Pelatih Khalifah Taekwondo Club


Pelatih yang Profesional Membantu Atlet Mencapai Prestasi yang Tinggi

Pelatih juga memiliki peran penting dalam membentuk watak atau tingkah laku atletnya.

Bukan menang yang ku inginkan, tapi melakukan yang terbaik.


Kenapa harus berpikir kalah? Bukankah menang lebih baik?.


Profil Pelatih

From Zero to Hero. Ungkapan itu  sepertinya pantas menggambarkan  prestasi taekwondo  Kabupaten Bogor saat ini. Jika di tahun 2006 silam, taekwondo Tegar Beriman masih mengimpor atlet dari luar, 10 tahun belakangan ini,  mereka  bereformasi,dan mampu menunjukkan tajinya dengan meraih gelar juara umum di nomor kyorugi pada perhelatan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XII/2014, yang baru saja dihelat bulan November 2014 lalu. Gelar itu pun diraih asli putra daerah,  bukan dari impor seperti yang dilakukandaerah lain.

Dibalik keberhasilan taekwondo Tegar Beriman meraih prestasi tertinggi di pentas olahraga empat tahunan Jawa Barat itu, ada pelatih yang dengan telaten mendidik para putra  daerah menjadi seperti sekarang ini.

Adalah Cepi Firmansyah.  Mantan atlet yang kini menjelma menjadi pelatih kepala taekwondo Kabupaten Bogor itu memang patut diacungi jempol. Pria berparas rupawan yang kini bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor itu berhasil membuktikan bahwa Bogor mampu jawara dengan talenta putra daerah yang ada.

Ia pun tak menampik,  Porda Jabar 2014 lalu adalah momen paling berkesan dalam hidupnya selama ini menjadi seorang pelatih.  “Momen paling berkesan selama saya melatih adalah saat Porda 2014. Kebanggaan tersendiri bagi kami bisa mengantarkan atlet binaan dari yang tidak bisa apa-apa menjadi seorang jawara.   Ini menjadi pembuktian juga bahwa  yang juara tidak hanya dari Cibinong saja, tetapi dari Jonggol, dari Parung juga ada,” urai Cepi  memulai ceritanya.

Cepi begitu ia disapa, lahir dari seorang atlet.  Ia pun hijrah dari Bandung ke Kota Hujan saat masih berstatus sebagai atlet.  Kala itu, ia berhasil memperkuat  tim Porda,  PON, bahkan tim SEA Games  2003 yang pada waktu itu di gelar di Vietnam. Namun,  ayah dua anak itu  mengaku prestasinya sebagai atlet tak mentereng.   Prestasi tertingginya hanya mampu meraih medali perunggu di pentas SEA Games.

“Dulu saat jadi atlet prestasi saya tidak begitu bersinar. Hanya sampai kancah Asia Tenggara saja. Selain itu saya sering cedera, sehingga saya putuskan untuk fokus menjadi pelatih saja. Kebetulan  kuliah saya juga jurusan kepelatihan,” lanjut  pelatih pelatnas Asian University Games itu.

Mengenai resep keberhasilannya dalam meracik seorang atlet menjadi  juara, Cepi mengaku tak ada resep khusus.  Menurutnya,  kedisiplinan  seorang atlet, ditambah kedekatan emosional yang menjadikannya mampu membangkitkan motivasi mereka untuk menjadi juara.

“Kalau trik khusus tidak ada. Saya hanya memadukan teori kepelatihan yang saya pelajari bertahun-tahun kepada pakarnya dengan apa yang saya punya dari akademis.  Kemudian lebih menekankan tanggung jawab pada atlet,  dan menimbulkan chemistri dengan  atlet melalui kedekatan emosional,” jelasnya.

Meskipun telah berhasil mengantarkan Kabupaten Bogor meraih juara umum di Porda Jabar, Cepi belumlah puas. Ia  berharap suatu saat ada  anak asuhnya yang bisa bertanding di Olimpiade. Karena even tersebut merupakan ajang tertinggi bagi seorang atlet.  “Masih banyak misi , tentunya selain mensukseskan PON 2016, saya juga berharap ada atlet Bogor yang bisa turun di Olimpiade,” pungkasnya.

top